<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511</id><updated>2011-11-27T15:14:21.203-08:00</updated><category term='fotografi'/><title type='text'>Angin-anginan</title><subtitle type='html'>Blog angin-anginan. Diperbaharui sesuai keinginan, tidak harus dipublikasikan. Cukup aku saja yang tahu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-2873744025187915717</id><published>2011-10-23T10:59:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T11:01:17.675-07:00</updated><title type='text'>Kisah Klasik Untuk Masa Depan Gemilang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Sebuah kisah klasik untuk masa depan”&lt;br /&gt;(Sheila On 7)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mensitir petikan sebuah lagu dari Sheila On 7 (SO7) yang berjudul ‘Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan’ terasa teduh ditengah hingar bingar persiapan peringatan 83 Tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 nanti. Mengapa tidak, didalam kegalauan mencari konsep seremoni, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak diantara kita kaum pemuda malah hilang ingatan bagaimana terjadinya Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011. Barangkali sebagian pemuda tidak mau peduli mengenai sejarah sumpah pemuda 28 Oktober, namun janganlah marah jika nanti kita malah disebut sebagai lost generation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita merasa risih dengan sebutan demikian, pernahkah kita sejenak merenung dan bertanya. Mengapa muncul sebuah label baru dalam masyarakat muda kita? Lalu bagaimana cara menghilangkannya? Yang jelas, munculnya label baru itu bukan tanpa sebab. Fenomena tawuran antar pemuda, autis teknologi dan terpecah – pecahnya konsentrasi pemuda pada banyak hal yang tidak penting merupakan dasar mengapa istilah Lost Generation muncul. Sebuah istilah yang mengidentifikasikan bagaimana sesungguhnya masyarakat muda Indonesia ‘hilang ingatan’ terhadap kepemudaannya dan peran dirinya dalam sebuah negara beranama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilang ingatan ini juga bukan tanpa sebab, kerancuan sejarah yang terombang ambing dalam ombak waktu turut membuat banyak orang gerah, barangkali ini cikal bakal meredupnya keingintahuan kita terhadap sejarah, terutama sejarah momen penting sepenting Sumpah Pemuda 28 Oktober. Lantas, masihkah kita terdiam membiarkan kaum pemuda dihina dalam kehilangan ingatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sederhana itu pastilah diawali lagi dengan pertanyaan lanjut yang lebih sederhana : Darimanakah kita memulai? Ya, jika memulai sebuah pemahaman terasa sulit maka pahami lah sejarahnya. Sama dengan halnya Sumpah Pemuda, jika kesulitan memahami maksud dan tujuannya maka pahamilah sejarahnya, bacalah sejarahnya dan dengarkanlah bagaimana semangat Sumpah Pemuda ketika itu sangat bergelora, bagaikan petir yang menggelegar membelah angkasa. Dan percayalah, tidak peduli apakah kita mahasiswa dengan disiplin ilmu sosial maupun sains memahami sejarah akan sama artinya dengan menciptakan masa depan Bangsa yang gemilang karena di dalam sejarahlah kita dapat belajar dan tidak terjerembab pada kesalahan yang sama. Mungkin itu yang dimaksud dalam penggalan lagu yang dinyanyikan oleh SO7 diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-2873744025187915717?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/2873744025187915717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2011/10/kisah-klasik-untuk-masa-depan-gemilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2873744025187915717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2873744025187915717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2011/10/kisah-klasik-untuk-masa-depan-gemilang.html' title='Kisah Klasik Untuk Masa Depan Gemilang'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-7288540913776690435</id><published>2010-11-10T17:37:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T18:17:37.320-08:00</updated><title type='text'>Narsisme Perjuangan : Sebuah Akar yang Berbahaya</title><content type='html'>Hari itu memang saya ke Denpasar menggunakan Bis antar kota. Mengingat motor saya sudah dipinjam oleh sebuah teman. Hujan membasahi jendela bis yang tampak kusam, teringat dengan sam dalam &lt;a href="http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/11/kekecewaan-pejuang-terhadap.html"&gt;posting&lt;/a&gt; sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan adalah Penderitaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasanya semua orang tahu, bahwa kita sesungguhnya mahluk yang tidak berbeda jauh dengan binatang. Binatang selalu menghindari rasa sakit, begitu pula kita. Binatang selalu mencari kenikmatan dunia begitu pula kita manusia. Memang kita memiliki pikiran sebagai 'tuas kontrol' namun pikiran manusia memang selalu menjadi hal yang tidak mudah untuk bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita orang modern, tentu saja keduniawian menjadi kenikmatan tertinggi bagi manusia. Dimana panca indra begitu giat dirangsang, diberikan kenikmatan - kenikmatan dunia agar tetap terjaga dalam rasa nyaman dan jauh dari rasa sakit, sekali lagi kita memang mirip binatang memang. Namun muncul pertanyaan, apakah kenikmatan tersebut nyata adanya? Susah untuk menjawab sebagai manusia yang terlahir di jaman modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hal tersebut pula mulai terjadi dalam pola pergerakan Mahasiswa hari ini. Dimana - mana, tidak ada ceritanya kalau berjuang itu nikmat dari segi duniawi. Hal ini mungkin belum dipahami oleh aktivis pergerakan -termasuk saya. Perjuangan memang penuh dengan penderitaan, kita dituntut untuk mengkebiri beberapa kenikmatan keduniawian yang rasanya susah untuk ditinggalkan. Apabila tidak dipahami dengan perasaan tulus, maka seringkali makna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perjuangan adalah penderitaan &lt;/span&gt;akan terkompensasi menjadi beberapa hal dan untuk golongan mahasiswa, kompensasi tersebut akan menjelma sebagai Eksistensi, suatu keadaan dimana kita akan ego dengan identitas kita sebagai mahasiswa. Dalam bahasa jalanan, seringkali saya sebut sebagai Narsisme Perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Narsisme Perjuangan : Sebuah Akar yang Berbahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lalu? mengapa Narsisme Perjuangan merupakan akar yang berbahaya? Sesungguhnya manusia merupakan mahluk yang menjunjung eksistensi -sekali lagi seperti binatang, seperti anjing yang selalu mengencingi daerah kekuasaannya. Jikalau narsisme perjuangan itu tidak diimbangi dengan sebuah kesadaran : ketulusan perjuangan. Maka adalah niscaya bahwa perjuangan hanya akan menjadi perjuangan kepentingan. Ya, setidaknya kepentingan terhadap rasa eksistensi individu tersebut dan itu akan menjadi akar dari penyakit perjuangan yang lainnya. Tentu saja itu berbahaya karena perjuangan yang ada hanyalah perjuangan onani, perjuangan semu yang tiada dapat menemukan apa - apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sesungguhnya satu hal yang harus menjadi landasan berpikir adalah : Tulus, sebuah sifat yang susah ditemukan di jaman modern seperti hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari coba kita memulai hal dari sebuah ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bis pun tiba di ubung, sembari menunggu jemputan saya membeli roti rasa ayam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-7288540913776690435?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/7288540913776690435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/11/narsisme-perjuangan-sebuah-akar-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/7288540913776690435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/7288540913776690435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/11/narsisme-perjuangan-sebuah-akar-yang.html' title='Narsisme Perjuangan : Sebuah Akar yang Berbahaya'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-77953890577071233</id><published>2010-11-04T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T07:31:17.911-07:00</updated><title type='text'>Kekecewaan Pejuang terhadap Idealismenya</title><content type='html'>Blog ini memang angin - anginan, rasanya sudah hampir lupa jikalau saya mempunyai senuah blog. Ada banyak hal yang menarik belakangan ini, salah satunya ketika saya memulai perdebataan mengenai idealisme seorang mahasiswa kepada seorang 'mantan' mahasiswa. Sebut saja namanya Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekecewaan Pejuang terhadap Idealismenya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sore itu, ketika hujan deras mendadak menerpa Jakarta Selatan. Sembari tergopoh - gopoh kami mencari tempat cetak foto -kami lupa membawa pas foto pada acara nasional di Jakarta. Perdebatan sebenarnya sudah kami mulai sejak dari dalam pesawat. Sam, seorang pekerja di salah satu Lembaga Bantuan Hukum&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;(LBH) di kota Denpasar bercerita bahwa ia pernah memiliki jiwa idealisme yang sama seperti saya. Namun, semua menjadi berubah ketika ia menjadi 'budak uang' di dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ego atas idealisme diri sudah tentu berang ketika dengan mudahnya idealisme itu de 'mentah'kan begitu saja. Beranggapan bahwa menjadi ideal adalah sesuatu yang bodoh di jaman ini adalah salah satu alasan mengapa ia justru menjadi pengkhianat atas sejarahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku telah melewati jamanmu kupikir semua hanyalah omong kosong belaka, kita tidak akan pernah menemukan sesuatu yang ideal itu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba mencerna dalam - dalam, seperti postingan sebelumnya menjadi idealis di jaman serba moderen sudah barang tentu adalah hal yang 'tampak' konyol.. Kita akan menjadi berbeda dengan orang kebanyakan, menjadi alien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diam, memandang langit yang sudah reda akan hujan. Sam pun ikut diam. Kami seolah tidak menemukan titik temu karena kami memang berbeda. Yang saya tahu menjaga idealisme itu harus mampu menjaga diri atas hasrat duniawian. Tempat bekerja dan tempat bergaul memang tempat yang rawan untuk idealisme, terjaga atau tidaknya memang tergantung pilihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang saya tahu, saya dalam upaya - upaya menjaga idealisme. Dunia memang tempat tidak nyaman untuk jiwa yang idealis, saya akan coba. Saya pasti berhasil. Setidaknya menjaga idealisme hingga pada waktunya diperlukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senyum tanggung dengan ujung bibir kanan sedikit naik. Saya tidak berusaha menjadi 'lawan' atas kekecewaan terhadap idealismenya. Kami pun memahami, jika kami berada di tempat bersebrangan namun tidak harus saling berhadapan. Hujan sudah reda. Kami segera berangkat menuju hotel.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-77953890577071233?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/77953890577071233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/11/kekecewaan-pejuang-terhadap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/77953890577071233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/77953890577071233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/11/kekecewaan-pejuang-terhadap.html' title='Kekecewaan Pejuang terhadap Idealismenya'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-1196273846339709034</id><published>2010-06-15T20:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T21:11:45.912-07:00</updated><title type='text'>Melawan Kapitalisme : Perlawanan Yang Kesepian</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Lalu? Ketika kita memikirkan mereka. Apakah mereka juga pernah memikirkan kita?"&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan spontan diutarakan seorang kawan dalam diskusi antar organisasi beberapa waktu lalu. Ya, saat itu memang kita tengah asyik membahas bagaimana kapitalisme telah merongrong segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Telah merongrong diri kita sendiri -termasuk saya-. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengertian sederhananya, kapitalisme merupakan sebuah ideologi yang menjadikan modal (baca : uang) menjadi kekuatan terbesar, dimana aspek-aspek sosial dikesampingkan serta aspek-aspek individualisme, egosentrisme, liberalisme menjadi buahnya yang berkelanjutan. Kalau dilihat dari permukaan kapitalisme sangat "nyaman". Bayangkan, dengan kapital (baca : uang) kita dapat mendapatkan apapun yang dijual dipasaran, kita dapat menikmati teknologi yang tercanggih sekalipun karena kita dapat membelinya dengan uang (baca : kapital).&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_LSu6d1P0xnA/Sqecz1aFU4I/AAAAAAAAAOA/9k1O5CyhVMA/s400/kesepian.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 320px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu kemudian mengapa kondisi hari ini, kapitalisme begitu mengakar dan menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia yang jelas-jelas menganut paham Pancasila yang didalamnya terdapat sosialisme. Tidak heran memang, karena kapitalisme tumbuh dari sifat-sifat dasar manusia. Manusia adalah mahluk paling banyak keinginan, manusia adalah mahluk yang ego dan manusia pulalah mahluk yang sangat mementingkan diri sendiri. Dan itu wajar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka dari itu Karl Marx mencoba membuat paham baru yang berguna untuk mengekang "kewajaran" dalam diri manusia tersebut. Marxisme, adalah sosialisme ala Marx yang kemudian seringkali menjadi inspirasi para sosialis di Dunia. Di dalam kehidupannya kita tahu, kehidpan Marx tidaklah kaya, tidaklah banyak orang yang menyanjungnya pada saat itu, saat dimana kapitalisme juga tumbuh sebagai ideologi yang besar. Ketika saya membaca bukunya, membaca semua kisah tentang kehidupannya, saya menemukan marx terkadang sangat kesepian luar biasa, karena harus menjadi ber"beda" dari ke"wajaran" yang ada. Namun dia pasti sudah dapat memahami, untuk melawan sistem besar yang sedang berkembang, salah satu konsekuensinya adalah menjadi berbeda dan seringkali dikucilkan oleh mayoritas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal tersebut juga seringkali saya rasakan ketika kapitalisme menjadi lawan dari ideologi saya marhaenisme (baca : Marxisme ala Indonesia), melihat banyak kawan-kawan yang terjerembab dalam buah-buah kapitalisme, bersanding dengan kawan-kawan yang memiliki gaya hidup yang berakar kapitalisme tentu tidaklah mudah dan pertanyaan diatas yang mengawali tulisan ini menjadi pertanyaan yang sering kali harus dijawab oleh diri kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"Lalu? Ketika kita memikirkan mereka. Apakah mereka juga pernah memikirkan kita?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"Mungkin saja benar. Tetapi kalau bukan kita, tidak ada lagi yang akan menghadapi kapitalisme di  Dunia ini nantinya". &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya menjawab, meski sekedar dari dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-1196273846339709034?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/1196273846339709034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/06/melawan-kapitalisme-perlawanan-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1196273846339709034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1196273846339709034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/06/melawan-kapitalisme-perlawanan-yang.html' title='Melawan Kapitalisme : Perlawanan Yang Kesepian'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LSu6d1P0xnA/Sqecz1aFU4I/AAAAAAAAAOA/9k1O5CyhVMA/s72-c/kesepian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-2163612912107684946</id><published>2010-05-20T20:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T21:16:55.912-07:00</updated><title type='text'>Idealis = Gengsi?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0jjQhZu2zSg/SyBKB4gY2dI/AAAAAAAAARo/DdTneL0B2Ho/s320/GBr9.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 261px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0jjQhZu2zSg/SyBKB4gY2dI/AAAAAAAAARo/DdTneL0B2Ho/s320/GBr9.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sudah cukup lama saya tidak posti di dalam Blog ini, namun saya tidak perlu meminta maaf kepada siapapun. Seperti apa yang di tuliskan di atas banner blog ini, Blog ini hanyalah catatan kecil dari penemuan sehari-hari.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah sekitar sebulan setelah menjabat menjadi seorang ketua di &lt;a href="http://gmni-dps.blogspot.com/"&gt;Cabang Gmni Denpasar&lt;/a&gt; sesuatu yang saya sebut &lt;i&gt;Ideologi&lt;/i&gt; semakin saya pahami, semakin paham semakin fanatik dan semakin Idealis. Apapun ideologinya, seorang idealis adalah seorang yang (mungkin dapat disebut) orang yang keras kepala dan berpendirian teguh. Tidak mencoba untuk memuji diri namun saya mungki tergolong manusia yang memiliki (sedikit) jiwa idealis. Beberapa tahun memang saya mencoba menjadi sosok yang seperti demikian, karena menurut saya Idealis adalah manusia yang "jelas" memiliki spesifikasi yang kentara dibanding yang lain meski pahamnya dilarang dan kuno, disitu &lt;i&gt;entry point&lt;/i&gt; yang saya maksud.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meski demikian menjadi idealis ibarat menjaga gengsi. Ya, memiliki gengsi harus banyak-banyak berkorban. Katakan saja kita memiliki gengsi kelas "atas". Kita harus siap merogoh duit untuk "kebutuhan" meski statistik keuangan tidak berpihak sekali pun. Begitu juga mengenai Idealis, apabila tidak ya tidak, kalau ya pasti sudah berkata ya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sempat mengatakan, "&lt;i&gt;Jangan pernah mengeluh!&lt;/i&gt;" dan resikonya adalah saya harus tidak "pernah mengeluh". Ah, setelah dipikir-pikir ternyata mengeluh itu adalah karakteristik alamiah manusia. Sama seperti "marah" dan "egois".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Susah memang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-2163612912107684946?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/2163612912107684946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/05/idealis-gengsi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2163612912107684946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2163612912107684946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/05/idealis-gengsi.html' title='Idealis = Gengsi?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0jjQhZu2zSg/SyBKB4gY2dI/AAAAAAAAARo/DdTneL0B2Ho/s72-c/GBr9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3946574896287113578</id><published>2010-02-15T18:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T18:39:39.983-08:00</updated><title type='text'>Mau Jadi Apa?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;MAU JADI APA?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 299px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://thumbs.dreamstime.com/thumb_147/1178831004ybq8Gr.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan ini seringkali menjadi bahan perenungan saya. Entah dijalan, entah di tempat tidur ataupun di kampus. Terlebih lagi usia perkuliahan sudah memasuki fase PKL (Praktek Kerja Lapangan) dimana setidaknya kuliah 80% telah dilalui. Semakin berumur semakin banyak yang harus dipikirkan. Setelah lulus kemana? Kerja dimana? Mau jadi apa? Terlalu banyak pertanyaan terkadang membuat saya depresi sendiri. Rancana hidup memang sudah saya buat sejak dulu. Lulus D3, lanjut ke S1, lanjut ke S2/Kerja, serta melanjutkan keturunan. Namun setelah dipikirkan justru yang ada malah semakin menakutkan, takut akan &lt;em&gt;plan A&lt;/em&gt; tidak terjadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ah, let it flow sajalah..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3946574896287113578?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3946574896287113578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/02/mau-jadi-apa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3946574896287113578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3946574896287113578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/02/mau-jadi-apa.html' title='Mau Jadi Apa?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-1905051972715455312</id><published>2010-02-06T07:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T07:57:43.483-08:00</updated><title type='text'>"100 Hari" Itu..</title><content type='html'>28 Januari 2010, ini adalah cerita lama yang baru ada niat untuk menulisnya sekarang. Tanggal tersebut tepat 100 kerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Berhubung saya sudah tidak ada perkuliahan di dalam gedung. Jadi saya hendak jalan-jalan serta hunting foto di denpasar. Pagi itu saya memang mendengar informasi bahwa akan ada gerakan massa yang cukup massif di jantung kota Denpasar. Menggunakan sepeda motor dan sebuah kamera SLR saya bergegas menuju lokasi.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435155232244166178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/S22M4xUE7iI/AAAAAAAAAEA/FM1kKP0UY74/s320/100+hari+omong+kosong.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya saya mendapatkan momen yang menarik, banyak foto yang lumayan bagus saya dapatkan meski yang terupload di &lt;a href="http://www.blogger.com/mari%20terus%20berkarya%20tanpa%20harus%20memperhatikan%20politik"&gt;facebook&lt;/a&gt; hanya satu buah. Namun foto yang saya upload mengundang diskusi pelik mengenai pola gerakan pemuda jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya simpulkan ada 2 kubu yang saling menarik di dalam komentar tersebut. Kubu pertama adalah pihak yang bergerak masif yang mendukung gerakan aksi massa seperti demonstrasi yang bersifat ekstra parlemen (parlemen jalanan) kemudian ada kubu yang merupakan antitesa dari kubu pertama, yaitu kubu apatis. Satu pernyataan sikap yang masih saya belum bisa terima adalah "mari terus berkarya tanpa harus memperhatikan politik". Mengapa harus begitu antipati? Apakah karena kekalahan kita terhadap oknum-oknum yang berhasil membuat imej politik menjadi buruk? Atau memang kita lebih peduli dengan menyelamatkan diri sendiri sembari terus berkarya? Saya yakin ketika langkah kebijakan politis sudah memasuki ranah "berkarya" mereka. Mereka akan beringas karena ketentraman "individualistik" mereka di injak-injak. Kalau saya lihat ini tidak lebih dari kelemahan kita memahami situasi nyata hingga kit terkadang harus bersembunyi ketakutan dengan perisai mari-terus-berkarya-tanpa-harus-memperhatikan-politik. Saya benci mengatakan kenyataan yang pahit ini. Saya benci harus mengatakan bahwa tidak banyak orang yang mampu memahami politik sebagai sebuah seni. Ini menyedihkan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Apakah saya menjadi hebat, setelah menuliskan kata-kata dan kekecewaan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya kegelisahan saja kawan, risalah hati yang masih ingin bangsanya berdiri seperti bangsa lainnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-1905051972715455312?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/1905051972715455312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/02/100-hari-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1905051972715455312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1905051972715455312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/02/100-hari-itu.html' title='&quot;100 Hari&quot; Itu..'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/S22M4xUE7iI/AAAAAAAAAEA/FM1kKP0UY74/s72-c/100+hari+omong+kosong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-2410928755264618346</id><published>2010-01-24T20:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T20:47:23.952-08:00</updated><title type='text'>Sebuah cerita Blue Jeans dan Para Dokter Masa Depan</title><content type='html'>Ada yang menarik dari perdebatan 17 Januari 2010 di warung sebelah SMA 3 Denpasar. Sungguh kerinduan panjang yang menghasilkan sebuah perdebatan yang sangat memanjakan idealisme saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kumpul-kumpul karena memperingati hari ulang tahun SMA 3 Denpasar. Kita mengawali ngobrol di pagi itu dengan curhat seorang kawan dari PS. Ilmu Kesehatan Masyarakat yang ujung-ujungnya "merger" dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD) meski sempat diakui sebagai fakultas sebelumnya. Keluh kesah itu berawal dari pembicaran bersama mengenai aturan tata tertib di FK UNUD sebagai bentuk komitmen bersama untuk saling berangkulan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang salah?&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"YA!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tulis dengan huruf kapital dan tebal. terdapat poin dari pasal yang saya pikir tidak substantif, hanya tertahan pada pencitraan saja. Aturannya kurang lebih begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Proses Perkuliahan Tidak Boleh menggunakan Blue Jeans"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.newbluejeans.com/images/homepagedoublejeans.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 446px; height: 291px;" src="http://www.newbluejeans.com/images/homepagedoublejeans.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Apakah menurut anda ada yang salah? Menurut saya ini menggelikan. Apa hubungannya proses perkuliahan dengan blue jeans? Apakah ini telah melanggar secara prinsip arti "bebas-rapi" yang sering diucapkan? Saya kemudian bertanya kepada kawan saya tersebut apa pemikiran dasar dari aturan yang saya sebut menggelikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Blue Jeans dianggap tidak profesional karena identik dengan petani di amerika"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ini semakin menggelikan&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Itu mengapa terkadang saya kurang merasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;respect&lt;/span&gt; terhadap beliau-beliau yang kuliah di sana. Ini bukan karena saya iri terhadap mereka, kalaupun diberikan pilihan sayapun tidak akan memilih kuliah di sana. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karena kepala saya tidak ingin dicekoki dengan doktrin-doktrin pencitraan yang semu seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas? Dimana letak pengabdian masyarakat mereka sebagai mahasiswa kalau ber-Blue Jeans dilarang sebagai sesuatu yang "rendah"? Meminjam istilah para aktivis, mereka lebih baik disebut degan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PILAR GADING&lt;/span&gt;. Saya tebalkan lagi istilah itu. Mereka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INDAH&lt;/span&gt;, mereka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERSINAR&lt;/span&gt; dan mereka ibarat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MIMPI&lt;/span&gt;. Namun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAUH&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK MEMBUMI&lt;/span&gt;, disaat para aktivis menkampanyekan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;down to earth"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mereka memilih larut dan berlindung dari segala pencitraan yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menyedihkan, saya merasa kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang saya dapat berharap. Semoga mereka sadar, Blue Jeans saya lebih mahal dari pada celana kain mereka.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-2410928755264618346?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/2410928755264618346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/01/sebuah-cerita-blue-jeans-dan-para.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2410928755264618346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2410928755264618346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/01/sebuah-cerita-blue-jeans-dan-para.html' title='Sebuah cerita Blue Jeans dan Para Dokter Masa Depan'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-2680059498770311082</id><published>2010-01-05T22:21:00.001-08:00</published><updated>2010-01-05T22:43:33.540-08:00</updated><title type='text'>SIDANG PBB Di bungkam Oleh Anak Usia 12 Tahun</title><content type='html'>Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).&lt;br /&gt;ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.&lt;br /&gt;Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://luangkanlahsejenak.files.wordpress.com/2009/11/severn-suzuki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 208px;" src="http://luangkanlahsejenak.files.wordpress.com/2009/11/severn-suzuki.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak&lt;br /&gt;tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi, dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: "Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya." Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu". Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: "Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ? tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "&lt;br /&gt;???? ??? ??? ??? ??? ???&lt;br /&gt;??? ??? ??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-2680059498770311082?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/2680059498770311082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/01/sidang-pbb-di-bungkam-oleh-anak-usia-12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2680059498770311082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2680059498770311082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2010/01/sidang-pbb-di-bungkam-oleh-anak-usia-12.html' title='SIDANG PBB Di bungkam Oleh Anak Usia 12 Tahun'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-2749871780906121919</id><published>2009-12-29T02:14:00.001-08:00</published><updated>2010-01-01T17:14:15.373-08:00</updated><title type='text'>Cuci Gudang</title><content type='html'>Baiklah, maafkan saya karena jarang posting meski sudah terlepas menjadi "pelayan mahasiswa" tetap saja tidak dapat memposting pemikiran-pemikiran yang saya yakin banyak. Berikut adalah cuci gudang stok foto saya sebelum akhir tahun. Silakan dinikmati ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aVotPwNI/AAAAAAAAAC0/o4Al-G9cjaw/s1600-h/BENOA+-+CROP.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aVotPwNI/AAAAAAAAAC0/o4Al-G9cjaw/s320/BENOA+-+CROP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421940697895780562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sunset at Benoa&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aWACDbTI/AAAAAAAAAC8/ncsFzPll0cQ/s1600-h/BOSAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aWACDbTI/AAAAAAAAAC8/ncsFzPll0cQ/s320/BOSAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421940704157068594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Bosan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aWQxX1tI/AAAAAAAAADE/ffD1pxnmBYA/s1600-h/BOAT+AND+ROLL.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aWQxX1tI/AAAAAAAAADE/ffD1pxnmBYA/s320/BOAT+AND+ROLL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421940708650505938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Boat &amp;amp; Rol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aWh_0-ZI/AAAAAAAAADM/h7rMQ6xIY5Y/s1600-h/NUNG-NUNG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aWh_0-ZI/AAAAAAAAADM/h7rMQ6xIY5Y/s320/NUNG-NUNG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421940713274538386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nung-Nung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aW2gvVmI/AAAAAAAAADU/5-jr03Ci0Ug/s1600-h/OLD+ACROSS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aW2gvVmI/AAAAAAAAADU/5-jr03Ci0Ug/s320/OLD+ACROSS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421940718781290082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Old Across&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-2749871780906121919?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/2749871780906121919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/12/cuci-gudang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2749871780906121919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2749871780906121919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/12/cuci-gudang.html' title='Cuci Gudang'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sz6aVotPwNI/AAAAAAAAAC0/o4Al-G9cjaw/s72-c/BENOA+-+CROP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-1307373304358936176</id><published>2009-12-05T18:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:27:52.395-08:00</updated><title type='text'>Idealisme iblis</title><content type='html'>Pemikiran ini lahir dari perdebatan panjang di kantin 1 Politeknik Negeri Bali bersama seorang kawan, ketua HMJ Teknik Sipil demisioner hingga pagi. Kita membahas idealisme seorang iblis (kalau iblis bisa diibaratkan seorang manusia). Bahwa betapa susahnya untuk menjadi seorang iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berangkat dari pemikiran bahwa iblis juga diciptakan oleh semua Tuhan dalam seluruh agama yang terdapat di muka bumi. Mereka diciptakan untuk menggoda manusia dan untuk memicu agar mereka mau mendekatkan diri kepada Tuhan. Itu poin pertama yang harus kita sepakati bersama. Lalu? Apa pernah kita berterima kasih kepada iblis untuk godaannya itu? Atau setidaknya berterima kasih kepada Tuhan untuk diberi godaan melalu perpanjangan tanganNya (baca : iblis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta dilapangan kita justru mengumpat dan mencaci maki keberadaan sosok iblis. Kita selalu diajarakan bagaimana iblis adalah sosok yang selalu mengganggu dan menjerumuskan umat manusia. Kemudian kita akan selalu meludah andaikata iblis adalah sebuah benda fisik yang bisa setiap orang sentuh. Apa pernah kita diajarkan bahwa sesuatu paling busuk (baca : iblis) pun memiliki sebuah tujuan yang mulia? Apa pernah kita diberikan pemahaman bahwa dibalik najisnya iblis terdapat sebuah tujuan bahwa kita harus kembali kepadaNya, Sang Maha Esa? Apalagi dia selalu mendapatkan caci maki di setiap ia menjalankan tugas-tugasnya untuk “menggoda” manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://jalanpencerahan.files.wordpress.com/2009/10/setan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://jalanpencerahan.files.wordpress.com/2009/10/setan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukan Atheis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini sedikit kontroversi. Saya bukannya mau mengajak  pembaca untuk menyembah iblis. Tapi poinnya adalah terletak pada idealisme yang dimiliki oleh sosok iblis itu sendiri. Saya melihat ada konsistensi dan idealisme dalam pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan oleh Tuhan kepada dirinya. Meski telah “sukses” menjalankan misi-misinya seolah-olah ada perasaan “tulus” dalam menjalankan setiap pekerjaan sebagai seorang iblis. Ini mungkin sedikit susah dimengerti. Untuk mudah memahaminya saya akan menganalogikannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seorang cleaning service sudah menyelesaikan tugasnya untuk membersihkan sebuah ruangan yang besar. Namun ketika sudah bersih apa yang terjadi? Para pengguna ruangan tersebut mengumpat-umpat cleaning service tanpa alasan. Mencaci maki dan menghinakan status dari cleaning service tersebut. Sungguh malang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja boleh memilih, mungkin saja iblis tersebut sesungguhnya tidak mau memilih untuk menjadi iblis seperti sekarang. Akan tetapi itulah sesungguhnya idealisme iblis yang ingin saya sampaikan. Ia tetap tekun meski pada akhirnya setiap tugas-tugas suksesnya dihujat. Ia tetap idealis, meski secara kolektif manusia sudah jelas-jelas memposisikan dirinya diposisi yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang saya ingin berikan penekanan. Bagian mana dari busuknya iblis yang masih kita bisa tiru dan teladani. Saya yakin ketika saya membicarakan dan menuliskan dirinya dalam blog ini, iblis sedang tersenyum dan akan terus “melaksanakan” tugas-tugas yang diberikan oleh Tuhan. Tuhan kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-1307373304358936176?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/1307373304358936176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/12/idealisme-iblis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1307373304358936176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1307373304358936176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/12/idealisme-iblis.html' title='Idealisme iblis'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-1332097438766214549</id><published>2009-12-05T03:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T03:11:53.621-08:00</updated><title type='text'>Lama Tidak Posting</title><content type='html'>Cuku lama saya tidak posting. Alasanya : begitu banyak tugas dan kewajiban organisasi. Namun agar tidak terjadi kekosongan. Saya lebih baik menaruh foto-foto hasil perspektif mata kamera saya. Silakan menikmati&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-smRDu5I/AAAAAAAAACk/qlynfGTwPys/s1600-h/LA+KID.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-smRDu5I/AAAAAAAAACk/qlynfGTwPys/s320/LA+KID.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411706838146333586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kawan Sepermainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-tEwAG-I/AAAAAAAAACs/MCIgfm-cb14/s1600-h/TEGAL+WANGI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-tEwAG-I/AAAAAAAAACs/MCIgfm-cb14/s320/TEGAL+WANGI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411706846329183202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tegal Wangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-F86WFpI/AAAAAAAAACc/q2b78_rcLG4/s1600-h/TUMPEK+DI+BESAKIH.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-F86WFpI/AAAAAAAAACc/q2b78_rcLG4/s320/TUMPEK+DI+BESAKIH.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411706174210184850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tumpek di Besakih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-FlgnWEI/AAAAAAAAACU/vKF8YnWcA3E/s1600-h/SOLO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-FlgnWEI/AAAAAAAAACU/vKF8YnWcA3E/s320/SOLO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411706167928248386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jual Batu Jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-1332097438766214549?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/1332097438766214549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/12/lama-tidak-posting.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1332097438766214549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1332097438766214549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/12/lama-tidak-posting.html' title='Lama Tidak Posting'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sxo-smRDu5I/AAAAAAAAACk/qlynfGTwPys/s72-c/LA+KID.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-5745222643757545945</id><published>2009-11-21T11:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T11:46:29.278-08:00</updated><title type='text'>Mengapa begitu takut dengan POLITIK?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SwhDV86nAWI/AAAAAAAAACM/2FsJLZn-UmI/s1600/no-politics.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SwhDV86nAWI/AAAAAAAAACM/2FsJLZn-UmI/s320/no-politics.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406645397066547554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya terkadang heran kenapa bebeerapa kawan merasa jijik dengan hal yang satu ini. Memang benar, kalau dilihat dari lagunya Iwan Fals arti kata politik itu adalah arti kata paling busuk sedunia. Namun, sudahkah anda pahami apa itu arti politik? Baik secara gramatikal ataupun secara substansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan wikipedia definisi-definisi politik bisa di pahami sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya makna kata politik tak lebih sekedar “how-to”. Lebih jelasnya bisa dibaca didalam cerita seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seorang mahasiswa meminta uang untuk membayar kuliah Rp. 500.000,00 padahal nilai pembayaran kuliah sesungguhnya adalah Rp. 200.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin cerita lainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang siswa menyampaikan keinginannya untuk menjadi ketua kelas karena merasa senang dipercaya oleh teman-teman sekelasnya untuk menjadi ketua kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi contoh sederhana kita “berpolitik” di dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kehidupan berbangsa Indonesia, kesan politik memang tidak bisa dijauhkan dari kesan busuk yang diperbuat oleh para oknum. Saya tegaskan sekali lagi, OKNUM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal tersebut kemudian menggeser politik secara substansial. Sebuah bagian kecil dari seni kepemimpinan menjadi sesuatu hal yang tak lebih baik dari tindak kejahatan. Persepsi negatif dan apatisme masyarakat pun tumbuh subur ibarat jamur di musim hujan. Untuk yang lebih parahnnya lagi, apatisme tersebut muncul dari kalangan intelektualitas atau dengan bahasa yang mudah dimengerti : MAHASISWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang bisa juga disebut ujung tombak sebuah Negara berkembang semakin anti dengan kosakata yang biasa disebut : politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat ada seorang kawan yang nyeletuk,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“buat apa kau berbicara tentang politik? Itu tidak penting, pelajari sajalah apa yang kau dapat dibangku kuliah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya justru hanya bisa terdiam dan tersenyum sumringah. Bagi saya hal yang terpenting dalam memahami (baca : membicarakan) hal-hal yang bersifat politik adalah bagian dari pembentukan character building of nation. Dari berdiskusi tentang politik saya bisa mengasah kepekaan terhadap gejolak bangsa, karena segala kebijakan pemerintah pada dasarnya adalah kebijakan politik. Kebijakan yang akan berimbas pada semua aspek kehidupan manusia, rakyat dan penduduk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hanya saja dalam sebuah pembicaraan yang berbau politis, satu aturan yang tidak boleh dilupakan ole semua pihak termasuk mahasiswa adalah jangan sampai terjebak didalam politik praktis. Didalam pengertiannya, politik praktis dapat diartikan sebuah gerakan politis yang instan tanpa melalui proses yang panjang. Kalau kita boleh bandingkan, Benazir Butto memiliki sejarah keluarga politis yang panjang. Begitu juga dengan George W. Bush dan nyaris seluruh pemimpin politik paling berpengaruh didunia memilik satu persamaan yang serupa, yaitu masing-masng pernah memiliki orang tua atau leluhur yang konsen kepada situasi politik bangsa mereka sendiri. Akan tetapi hal ini bukan berarti orang yang belum memiliki rekam jejak di arena politik tidak bisa berpolitk. Hanya saja untuk membentuk seorang politikus yang berkarakter negarawan tidak semudah yang selama kita pikirkan. Karena politikus yang dihasilkan dari sebuah sistem praktis hanya melahirkan politikus yang parsial yang ujung-ujungnya menimbulkan penyakit politik seperti pragmatism. Dan itulah potret singkat para wakil rakyat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada pembicaraan mengenai mahasiswa dan politik, terlontar sebuah pertanyaan : lalu politik seperti apa yang harus dijadikan pengayaan jiwa-jiwa muda pembangun bangsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya mudah : POLITIK NILAI, yang selalu mengedepankan nilai-nilai yang fair dan sesuai dengan konstitusi yang diakui. Politik nilai memiliki arti lebih luas, lebih bijak dan lebih positif. Politik nilai ini lah yang harus kita bangunkan didalam karakter kita, agar tercipta pemimpin-pemimpin bangsa berikutnya yang sejati, ksatria serta memiliki jiwa negarawan bukan jiwa-jiwa partai seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Segeralah belajar untuk berpolitik nilai. Jangan takut untuk berpolitik, selama masih ada itikad baik untuk membangun negara yang kita cintai ini. Minimal untuk mencapai hal tersebut, kita bangun dulu diri kita masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-5745222643757545945?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/5745222643757545945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/mengapa-begitu-takut-dengan-politik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5745222643757545945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5745222643757545945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/mengapa-begitu-takut-dengan-politik.html' title='Mengapa begitu takut dengan POLITIK?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SwhDV86nAWI/AAAAAAAAACM/2FsJLZn-UmI/s72-c/no-politics.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3509948323982602752</id><published>2009-11-07T17:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T17:55:36.586-08:00</updated><title type='text'>Latar Belakang Sebuah Proposal dengan Kepemudaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kita mengenal Hasan Al-Banna, Karl Marx, Taqiyuddin Annabani, Frederich Engels, Adam Smith, Niccolo Macchiavelli, Adolf Hitler, dan Soekarno. Apa persamaan pandangan mereka? Bagi orang awam mungkin tidak ada. Mereka adalah tokoh yang bertolak belakang antara satu sama lain, hidup pada zaman berbeda, dan bisa jadi mempunyai pemikiran saling berbenturan. Namun ada satu hal yang hampir kesemua tokoh itu bertemu pada satu titik puncak, yakni pandangan mereka tentang pentingnya pemuda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang tokoh proklamator Indonesia, Soekarno, pernah berkata, “Beri Aku 10 pemuda maka akan Aku guncang dunia”. Sekiranya pesan itulah yang cukup dekat dengan kita sebagai mahasiswa. Pesan itu disampaikan oleh bangsa kita sendiri yang juga pendiri bangsa ini. Paling tidak dibanding kita menelaah, majmuatun rosaail-nya Hasan Al-Banna, atau das kapital-nya Karl Max, pesan Soekarno yang seorang Indonesia, lebih mudah kita artikan tanpa alih bahasa. Dan bukan bermaksud memperdebatkan ideologi, namun kesemua tokoh besar itu mengajari kita, bahwa para pemuda selalu bisa menginspirasi perubahan dunia. Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok, Indonesia 20 atau 30 tahun lagi, sangat ditentukan oleh anak-anak muda yang hari ini berada di kampus-kampus, sekolah-sekolah, gang-gang sempit, bahkan dari pengapnya penjara. Masa depan Indonesia ada di tangan kita, bukan di tangan orang-orang tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang pemimpin tidak lahir begitu saja, melainkan ia melalui proses-proses penggemblengan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara sadar atau tidak sadar proses ini bisa jadi sangat beragam, bukan semata mengikuti kehendak sang pemimpin, namun juga pada kekuasaan yang ada di luar jangkauan mereka. Jika dibandingkan, pemimpin yang lahir dari proses yang panjang ketimbang pemimpin yang lahir secara instan, tentu punya banyak kelebihan, dia bisa berpikir lebih cermat ,kreatif dan terukur. Sehingga masalah yang dihadapinya, setidaknya tidak diperlakukan sebagai gunung tinggi yang tak mungkin didaki, atau lautan luas yang tak mungkin diseberangi. Masalah yang dihadapi oleh para pemimpin itu, hanya menjadi batu pijakan bagi sang pemimpin untuk melahirkan kerja-kerja yang lainnya. Mahasiswa Indonesia khususnya yang berada di kampus-kampus, juga merupakan bagian yang mencerminkan Indonesia di masa yang akan datang. Terlebih mereka yang hari ini aktif dalam organisasi-organisasi mahasiswa, mungkin akan memegang peranan yang sangat besar suatu hari nanti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemimpin masa depan yang dibutuhkan Indonesia setidak-tidaknya harus mempunyai visi yang unggul, mandiri, dan berkarakter. Pemimpin yang unggul akan mampu menginspirasi bangsanya di tengah persaingan kancah dunia, ia akan disegani kawan maupun lawan. Pemimpin yang mandiri nantinya akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang tidak bergantung pada bangsa lain, menjadikan bangsanya bangsa terhormat bukan menjadikan bangsanya sebagai een natie van koelis en aander de naties (Bangsa kuli yang menjadi kuli bangsa lain). Pemimpin yang berkarakter adalah pemimpin yang punya ke-khasan tersendiri ketimbang pemimpin biasa. Pemimpin berkarakter punya intuisi dalam menghadapi setiap masalah, dan biasanya karakter seorang pemimpin amat penting karena karakter itulah yang abadi dalam serial buku keteladanan kuliah kehidupan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar, saya cukup kagum atas pandangan kawan-kawan Dewan Mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (DEMA UNS). Meski dalam sebuah proposal yang terpenting adalah Rancangan Anggaran Biaya (RAB) akan tetapi terkadang saya membaca latar belakang dari proposal tersebut. Pemikiran-pemikiran yang tertuang didalam latar belakang tersebut sangat lugas, apa adanya dan memang begitu adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat kalau didalam proposal kita tidak hanya bergulat dengan angka-angka pragmatis namun pengasahan pemikiran-pemikiran non-pragmatis juga harus menjadi poin yang harus kita perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3509948323982602752?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3509948323982602752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/latar-belakang-sebuah-proposal-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3509948323982602752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3509948323982602752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/latar-belakang-sebuah-proposal-dengan.html' title='Latar Belakang Sebuah Proposal dengan Kepemudaan'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-1057489985656093438</id><published>2009-11-04T16:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T16:20:31.966-08:00</updated><title type='text'>Mind Set Mengenai Organisasi Kemahasiswaan</title><content type='html'>Semakin mendekati akhir perjalanan saya menjadi pengurus legislatif di struktural kampus ternyata semakin mengkerucut konflik yang kerap terjadi. Dimulai dari konflik pribadi, hingga berujung kearah organisasi. Bagi saya konflik memang harus ada, namun ada penegasan batas dibalik konflik dan dinamika organisasi kemahasiswaan.. Satu kata penyebab semua ini adalah ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tanpa ego manusia akan kehilangan kreatifitas”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu statemen lugas yang disampaikan oleh moderator dalam diskusi bersama Mapala Cakra Bhuwana beberapa hari lalu. Pada dasarnya saya sepakat, mengingat manusia adalah mahluk yang paling egois. Karena demikian juga saya. Namun pertanyaannya sekarang adalah : “Sebatas mana?” Mengingat setiap hal yang berlebihanpun akan menimbulkan dampak negatif. Lalu? Bagaimana mengatisipasi keberlebihan dari “kewajaran” tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESADARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kesadaran disini tidak berarti siuman ketika pingsan atau bermakna moksa (pelepasan jiwa dari ragawi dalam paham umat Hindu ). Akan tetapi kesadaran akan dimana ego berada. Bagi saya tidak ada salahnya sebuah ego begitu berapi-api pada fase organisasi kemahasiswaan. Karena poin dari semua kegiatan kemahasiswaan adalah “proses”, atau kata yang lebih gampang dipahami adalah “pembelajaran”. Lebih spesifik lagi, poin dari kesadaran-terhadap-ego-dalam-organisasi-kemahasiswaan adalah kesadaran terhadap pengelolaan ego itu sendiri. Mempergunakan ego pada ruang dan waktu yang tepat. Karena ego yang tidak terarah dapat mengahancurkan kita sendiri pada akhirnya. Ego adalah kekuatan besar, ego adalah pusaran yang sangat kuat. Ibarat pisau belati, ia dapat membantu ataupun dapat membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat ego kita sendiri, sejauh mana kita telah mempergunakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-1057489985656093438?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/1057489985656093438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/mind-set-mengenai-organisasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1057489985656093438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/1057489985656093438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/mind-set-mengenai-organisasi.html' title='Mind Set Mengenai Organisasi Kemahasiswaan'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-5473083321814167087</id><published>2009-11-02T02:27:00.001-08:00</published><updated>2009-11-02T02:42:04.759-08:00</updated><title type='text'>Fotografi Model dan 2 November</title><content type='html'>1 November 2009. Itu adalah hari pertama saya mengabadikan model dalam bingkai frame. Banyak hal yang saya dapatkan, dan banyak kenangan yang terungkap. Ada keunikan tersendiri saya rasa dalam fotografi model. Interaksi dan ekspresi menjadi komponen terbesar yang saya dapat pelajari. Tidak mudah memang untuk membuat seorang model menari lepas di depan lensa (kecuali untuk model berkelas tinggi). Saya semakin percaya, kalau keindahan gambar lebih terletak pada teknik fotografi yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut hasilnya :&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62yo5OsrI/AAAAAAAAAB8/XDhl2C1v08I/s1600-h/ANGGUN+%232.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62yo5OsrI/AAAAAAAAAB8/XDhl2C1v08I/s320/ANGGUN+%232.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399453984350974642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62yQmGYrI/AAAAAAAAAB0/lClxA_13l8g/s1600-h/ANGGUN+%231.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62yQmGYrI/AAAAAAAAAB0/lClxA_13l8g/s320/ANGGUN+%231.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399453977828287154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62y2KYXVI/AAAAAAAAACE/iRJFYN5uja0/s1600-h/ANGGUN+%233.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62y2KYXVI/AAAAAAAAACE/iRJFYN5uja0/s320/ANGGUN+%233.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399453987912572242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Terima kasih buat Ari, Dode dan Anggun yang telah berbagi pengalaman)&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Suara yang Membangkitkan Kenangan (scene behind the frame)&lt;/span&gt;  Meski merupakan langkah awal dalam salah satu aliran fotografi (baca: fotografi model). Hari tersebut juga membangkitkan sebuah kenangan, membangkitkan sebuah ingatan yang unik semasa di bangku sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup terkejut di pagi itu, model yang memang pertama saya kali temui terlihat berbeda. Ada kesan beda ketika bertemu dengannya. Kesan tersebut bukan pada dirinya tapi kesan tersebut muncul dari suara dan cara brbicara yang dimiliki mirip dengan seorang perempuan yang klasifikasinya biasa saya sebut Mahadewi. Tidak mudah memang melepaskan diri dari kubangan pemuja. Begitu sejuk namun menenggelamkan, begitu saya menyebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, pada akhirnya saya lebih memilih untuk menjadikan pemujaan saya tersebut hanya sebuah kenangan sejak setahun lalu, sebuah keinginan yang berlebihan terhadap sosok perempuan. Sebuah keinginan yang rasanya tidak tepat bila terjadi. Sebuah keinginan yang akan mengawali sebuah ketimpangan bila niat tersebut dilakukan dan dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat dengan status seorang teman di dalam friendster. Sebuah pengertian luas dari “keinginan” dan “kenyataan”, begini statusnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita seringkali mengharapkan suatu hal yang kita inginkan, namun terkadang kita mendapatkan apa yang tidak kita harapkan. Padahal sesunggunya, apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita perlukan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka facebook pagi ini, saya baru ungat kalau hari ini dia berulang tahun ke-20, selamat ulang tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-5473083321814167087?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/5473083321814167087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/fotografi-model-dan-2-november.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5473083321814167087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5473083321814167087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/11/fotografi-model-dan-2-november.html' title='Fotografi Model dan 2 November'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Su62yo5OsrI/AAAAAAAAAB8/XDhl2C1v08I/s72-c/ANGGUN+%232.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3399027148794188731</id><published>2009-10-29T05:18:00.001-07:00</published><updated>2009-10-29T06:39:22.562-07:00</updated><title type='text'>Transisi</title><content type='html'>Dimana-mana masa transisi kerap menjadi sebuah masa yang rumit. Transisi kepemimpinan dalam pemerintahan hingga transisi status "single" ke "relationship" atau sebaliknya. Mungkin hal tersebut menjadi semacam ketakutan di alam bawah sadar saya. Nah, masa transisi yang saya pribadi maksud adalah masa transisi kepengurusan pemerintahan di kemahasiswaan kampus saya (Politeknik Negeri Bali). Tepat di awal desember, secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de yure &lt;/span&gt;saya serta kawan-kawan akan terbebas dari segala belenggu dipundak kami. Artinya : HIDUP LEBIH TENANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu fase transisi lain yang harus dihadapi adalah transisi studi. Menjelang semester akhir tentu bukan perkara mudah untuk mengimbangi proses perkuliahan yang semakin tak beradab. Tugas demi tugas tetap harus dilompati dengan catatan, saya tidak boleh terjatuh dengan indeks prestasi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta banyak lagi, Tuhan benar-benar sayang dengan saya rupanya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belajar Berkendara Motor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, selain transisi diatas banyak transisi lain yang ada disekitar saya. Salah satunya adalah transisi kemandirian pacar saya sekarang untuk mengendarai kendaraan sendiri. Bukan tidak mau, hanya saja ia tidak bisa karena "trauma". Setelah sedikit dipaksa, akhirnya Yamaha Mio di garasi rumah saya bawa ke kampus. Sedikit menggelikan karena saya telah terbiasa dengan imej lelaki dengan motor macho. Meski demikian, itulah sebuah pengorbanan, hal terbaik yang bisa saya lakukan saat ini kepada orang yang disayangi. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sembari melatih orang, sembari juga saya melatih diri. Dan ini hasil latihan saya untuk dunia fotografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SumYuNW0_uI/AAAAAAAAABs/Twbrw0htAPA/s1600-h/TAMAN+SARI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SumYuNW0_uI/AAAAAAAAABs/Twbrw0htAPA/s320/TAMAN+SARI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398013548007063266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemandangan Laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SumYtzPuKUI/AAAAAAAAABk/yejHYy4yLVg/s1600-h/OUR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SumYtzPuKUI/AAAAAAAAABk/yejHYy4yLVg/s320/OUR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398013540997933378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siluet Saya dan Dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3399027148794188731?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3399027148794188731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/transisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3399027148794188731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3399027148794188731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/transisi.html' title='Transisi'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SumYuNW0_uI/AAAAAAAAABs/Twbrw0htAPA/s72-c/TAMAN+SARI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-9208849193348314474</id><published>2009-10-15T23:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T17:50:32.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Jepret di Pantai Jimbaran</title><content type='html'>Di tengah rasa kebosanan, kadang-kadang membawa inspirasi. Berikut adalah hasil jepret-jepret di sore hari di pantai jimbaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/StkTobZTweI/AAAAAAAAABM/nysEa5ZVgXw/s1600-h/KEJAR%21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/StkTobZTweI/AAAAAAAAABM/nysEa5ZVgXw/s320/KEJAR%21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393363614022484450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sthv4Q1m4xI/AAAAAAAAAA8/HsNB8D1i0Pg/s1600-h/SETAN+MERAH.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sthv4Q1m4xI/AAAAAAAAAA8/HsNB8D1i0Pg/s320/SETAN+MERAH.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183566159340306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sthv4wN1ChI/AAAAAAAAABE/-gBls7NIfJ0/s1600-h/TRESNA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sthv4wN1ChI/AAAAAAAAABE/-gBls7NIfJ0/s320/TRESNA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183574582430226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sthv4CiwBcI/AAAAAAAAAA0/wDPvzqXHD9c/s1600-h/MEGUYANG3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/Sthv4CiwBcI/AAAAAAAAAA0/wDPvzqXHD9c/s320/MEGUYANG3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183562322150850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-9208849193348314474?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/9208849193348314474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/jepret-di-pantai-jimbaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/9208849193348314474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/9208849193348314474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/jepret-di-pantai-jimbaran.html' title='Jepret di Pantai Jimbaran'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/StkTobZTweI/AAAAAAAAABM/nysEa5ZVgXw/s72-c/KEJAR%21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-287156368547769285</id><published>2009-10-15T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T20:24:42.383-07:00</updated><title type='text'>Apakah itu Kebenaran?</title><content type='html'>Hari jum'at lalu adalah hari yang biasa sebenarnya, setiap jum'at mahasiswa &lt;a href="http://pnb.ac.id"&gt;PNB&lt;/a&gt; seperti biasa pulang cepat dan kembali  daerah masing-masing (untuk yang berasal dari luar daerah seperti saya). Hari itu saya dan kawan-kawan mendapat mata kuliah Metodologi Penelitian, meski kuliah telah berjalan beberapa minggu tapi untuk mata kuliah ini merupakan pertemuan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APA ITU KEBENARAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja kawan-kawan saya cukup syok dengan pertanyaan tersebut. Bukan tanpa alasan, sebagai mahasiswa yang kesehariannya berkubang dengan kode-kode program yang logis pertanyaan semacam itu sama saja dengan menanyakan kerbau tentang politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat filsuf,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sangat ironi saya pikir. Sebuah pertanyaan yang sederhana, dekat dan sangat implementatif namun tak ada satu jawaban pun yang dapat membuat saya tertegun. Termasuk jawaban dari diri saya sendiri. Hingga sebelum libur galungan saya sempat lempar pertanyaan ini ke facebook, hasilnya? Memang jawabannya tidak sebanyak yang saya pikirkan karena pertanyaan ini terlihat gila. Tetapi kawan-kawan saya dari luar bali mampu memuaskan saya dengan jawaban mereka. Berikut jawaban dari mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="comment_text"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gekti.luphkaka" class="comment_author"&gt;Sakanti Praptayoni&lt;/a&gt;&lt;div id="text_expose_id_4ad7e5848be590e6c8603" class="comment_actual_text"&gt;"Kbnaran artina gk salah xpp ^^v"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="comment_text"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/bayu.segara" class="comment_author"&gt;Bayu Segara&lt;/a&gt;&lt;div id="text_expose_id_4ad7e5848c0f851b4bb41" class="comment_actual_text"&gt;"sudut pandang yang diciptakan manusia.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="comment_text"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/muliarta" class="comment_author"&gt;Nengah Muliarta&lt;/a&gt;&lt;div id="text_expose_id_4ad7e5848c34a4132b4db" class="comment_actual_text"&gt;"Suatu proses pengembalian pengukuran tanpa memperhatikan ketelitian dan merupakan suatu standar yang telah disepakati bersama serta memiliki nilai tertentu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="comment_text"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwah.notresponding" class="comment_author"&gt;Iwah Notresponding&lt;/a&gt;&lt;div id="text_expose_id_4ad7e5848c5941084daa0" class="comment_actual_text"&gt;"kebenaran adalah sesuatu yang tidak salah. ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="comment_text"&gt;&lt;a style="cursor: progress;" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330956695" class="comment_author"&gt;Dewa Nyoman Suardana&lt;/a&gt;&lt;div id="text_expose_id_4ad7e5848c7ea78f7e941" class="comment_actual_text"&gt;"Kewbenaran menurut klasifikasi di Hindu aada 4 macam. Empiris,Observasi, Analisa, dan kebenaran yang mutlak adalah Tuhan itu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="comment_text"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1507118897" class="comment_author"&gt;Rico Nurfiansyah&lt;/a&gt;&lt;div id="text_expose_id_4ad7e5848ca095c2b4e85" class="comment_actual_text"&gt;&lt;span&gt;"Kebenaran itu ya kmu sendiri bro...klo dari hasil belajar q ma kmu dulu do Kuta katanya ada dari kita. aq ato kebenaran menurut kmu...tp bagi aq kebenaran itu ya kmu sendiri.....ah kmu tuh seriu trs..knp tanya kebenaran???dah gk laku bulan ma bintangnya..wkewekwekwewke&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;wkekwekwekwweeee...PIzzzz"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Semua komentar diatas tidak mengalami perubahan. Karena saya menginginkan kemurnian, hehe.. At least, apapun makna kebenaran semua akan kembali kepada diri sendir dan sebuah kesepakatan kolektif..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kalian?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-287156368547769285?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/287156368547769285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/apakah-itu-kebenaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/287156368547769285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/287156368547769285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/apakah-itu-kebenaran.html' title='Apakah itu Kebenaran?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-2598445531066733579</id><published>2009-10-03T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T01:17:04.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fotografi'/><title type='text'>Petualangan D5000, Dimulai!</title><content type='html'>Setelah sekian lama, DSLR yang diharapkan dan ditunggu-tunggu sudah ada. Meski bukan sesuai apa yang diharapkan, tapi Nikon D5000 sudah cukup bagi saya. Apalagi ditambah beberapa lensa tele. Untuk sekedar menyunggingkan senyum, beberapa foto akan di upload pada blog ini. Setelah saya bekerja sama dengan &lt;a href="http://4shared.com/"&gt;4shared&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, ini jepretan foto saya yang pertama yang saya ambil dari rumah pacar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SscF9VWw1aI/AAAAAAAAAAs/O7oOrh-ck0w/s1600-h/poleng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SscF9VWw1aI/AAAAAAAAAAs/O7oOrh-ck0w/s320/poleng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388282030434866594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Poleng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Nikon D5000; 200mm; 1/80s; F/5,6)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dc172.4shared.com/download/137207206/b24e65d7/poleng.html"&gt;&gt;link download&lt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara hak cipta bebas saja lah, toh juga masih belajar. hehe..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-2598445531066733579?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/2598445531066733579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/petualangan-d5000-dimulai.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2598445531066733579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/2598445531066733579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/10/petualangan-d5000-dimulai.html' title='Petualangan D5000, Dimulai!'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SscF9VWw1aI/AAAAAAAAAAs/O7oOrh-ck0w/s72-c/poleng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3901119824267640669</id><published>2009-09-18T05:08:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T05:09:32.503-07:00</updated><title type='text'>Big Girl Don't Cry</title><content type='html'>Hari ini merupakan hari cukup berat, meski bukan secara fisik. Tapi hari ini menguras pikiran dan juga perasaan. Bagi sahabat saya Cok Gek, kehilangan sosok pemikiran seorang sahabat sama beratnya dengan kehilangan sebagian berat badannya. Hal ini terjadi. Entah apa yang mendasari perubahan “sang pembela” (begitu kami menyebutnya) yang begitu signifikan. Apapun itu, perubahan mulai terasa sejak sang pembela keluar daerah untuk mengadakan pertemuan nasional dan telah sukses melaksanakan berbagai kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya celetukan sahabat saya Hendra tidak salah. Pada berbagai cerita, jati diri dapat berubah karena sebuah kesuksesan, popularitas, pujian atau apalah itu. Maka tidak heran, berapa orang besar tidak suka disanjung begitu dalam. Alasannya : takut terlena dengan pujian dan lupa daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja hal ini yang terjadi. Ya, mungkin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rasanya, menjadi apapun dirinya. Dia tetap menjadi sosok yang edukatif, banyak hal yang dapat kita pelajari dari sang pembela pada dasarnya. Menjadi apapun dirinya dia kawan seperjuangan yang kooperatif. Serta menjadi sahabat yang selalu mengajari tentang kehidupan. Karena pada prinsipnya saya memiliki pedoman hidup : disetiap teman yang saya jumpai adalah guru dan disetiap tempat yang saya kunjungi adalah sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya : popularitas dan sebuah sistem ternyata mampu mengubah karakter seseorang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3901119824267640669?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3901119824267640669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/big-girl-dont-cry.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3901119824267640669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3901119824267640669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/big-girl-dont-cry.html' title='Big Girl Don&apos;t Cry'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-8133110153060946171</id><published>2009-09-18T05:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T05:07:40.873-07:00</updated><title type='text'>Apa itu Blog dan Belalang yang Tewas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa itu Blog?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini saya temukan di awal-awal film raditya dika, blogger terbodoh yang pernah terpublikasikan oleh media. Blog itu semacam diari, kisah perjalanan hidup yang ditulis dalam sebuah media. Hanya saja media tersebut ada di dalam dunia internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yep, bagian yang saya paling suka dari dika adalah dia selalu berusaha dekat dengan readers blognya. Apapun itu. Baik suka ataupun duka. Senang ataupun tidak senang. Termasuk menonton film yang diadaptasikan dari Blognya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski lebih timbul kesan dramatis. Film yang (maunya) genre komedi ini justru menyimpan sebuah pembelajaran hidup. Sebuah cita-cita yang harus diperjuangkan. Meskipun sesederhana membahagiakan orang tua. Dan itu dilakukan seorang pelajar bodoh bernama Raditya Dika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All the people that we know are teachers and all place that we have standing on are schools. Sebuah motivasi untuk seorang penulis diari (baca : blogger) seperti saya. Karena yang saya inginkan adalah, blog ini akan menjadi catatan kehidupan umat manusia. Setidaknya untuk saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belalang Malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terlepas dari penggalan kisah diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang lelaki yang maskulin, dengan kejantanan yang SNI (Standar Nasional Indonesia) dan body pegulat kelas kecamatan. Meski demikian bukan tanpa phobia, saya sangat takut dengan belalang. Dengan alasan membela diri dari marabahaya, seekor belalang telah tewas di sebuah majalah ponsel dwiminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godness, semoga diterima disisi Tuhan kawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-8133110153060946171?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/8133110153060946171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/apa-itu-blog-dan-belalang-yang-tewas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/8133110153060946171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/8133110153060946171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/apa-itu-blog-dan-belalang-yang-tewas.html' title='Apa itu Blog dan Belalang yang Tewas'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-4915993548371070421</id><published>2009-09-10T20:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T21:34:47.406-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SqnSZp3cbcI/AAAAAAAAAAk/zsClOGXvr2Q/s1600-h/ist2_5193117-interactive-organization-part-ii.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SqnSZp3cbcI/AAAAAAAAAAk/zsClOGXvr2Q/s320/ist2_5193117-interactive-organization-part-ii.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380062568047734210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau seruan pemerintah untuk menanggulangi epidemi demam berdarah dengue adalah 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup). Saya ada seruan untuk kawan-kawan di dalam berorganisasi. 3K (Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dinamika Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Organisasi bisa diistilahkan sebuah negara kecil. Dimana berbagai pemikiran dan prilaku terdapat disana. Mulai dari pemikir hingga "speaker" yang selalu vokal. Yeah, itulah sebuah pluralisme. Dengan perbedaan yang begitu kompleks, sudah tentu dinamika dan potensi konflik akan semakin kentara. Lalu? Apa yang bisa dilakukan? Banyak pertanyaan mengenai bagaimana menghilangkan konflik dalam berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"TIDAK!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi adalah TIDAK! Tidak ada dalam kamus organisasi tanpa sebuah konflik yang merupakan representasi dari dinamika. Dalam ilmu manajemen konflik, konflik diperlukan untuk media menempa kemampuan organisasi. Apapun bentuknya, pada dasarnya akan selalu terdapat pemecahan. Mulai tingkat sederhana hingga yang paling ekstrim : pembubaran organisasi. Tanpa konflik, organisasi sama saja dengan ruangan yang kosong. TIDAK ADA YANG BISA DIPELAJARI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Formulasi Konflik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya bertanya dengan seorang kawan yang lebih lama berorganisasi. Bagaimana memformulasi konflik agar menjadi energi positif yang besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Konflik ibarat arus laut, tidak perlu kaku untuk menyelesaikannya. Bersikap luwes dan tepat! Maka arus itu bisa dijadikan sebuah kekuatan yang besar. Segera selesaikan dengan tepat dan cepat. Karena ketika konflik sudah terselesaikan, disitulah poin pembelajaran sebenarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, terkadang poin sepenting itu tidak kita sadari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-4915993548371070421?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/4915993548371070421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/komunikasi-koordinasi-dan-konsolidasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/4915993548371070421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/4915993548371070421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/komunikasi-koordinasi-dan-konsolidasi.html' title='Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TCH0X-Q0I0M/SqnSZp3cbcI/AAAAAAAAAAk/zsClOGXvr2Q/s72-c/ist2_5193117-interactive-organization-part-ii.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-482526623950538379</id><published>2009-09-10T18:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T18:34:59.650-07:00</updated><title type='text'>Mau Ngepost Review (Baca : Diary)</title><content type='html'>Belum lama sewaktu bosan untuk mencari kegiatan. Tidak sengaja saya mengobrak-abrik file yang terdapat dalam partisi D laptop putih kesayangan. At least saya menemukan beberapa review (mungkin bisa disebut dengan diary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dokumentasi, sepertinya lebih berfungsi ketika ditaruh pada &lt;a href="http://lukisankeabadian.blogspot.com"&gt;blog&lt;/a&gt; ini. Sesungguhnya ada beberapa hal yang bersifat sangat pribadi. Tapi okelah, toh juga &lt;a href="http://lukisankeabadian.blogspot.com"&gt;Blog&lt;/a&gt; ini tidak ada yang tahu keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lets roll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-482526623950538379?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/482526623950538379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/mau-ngepost-review-baca-diary.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/482526623950538379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/482526623950538379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/09/mau-ngepost-review-baca-diary.html' title='Mau Ngepost Review (Baca : Diary)'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3349943505070887137</id><published>2009-08-23T04:38:00.002-07:00</published><updated>2009-08-23T05:17:21.098-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Selingkuh?</title><content type='html'>“Seperti halnya mendaki gunung, mengarungi samudera, dan terjun payung. Banyak orang menyukai perselingkuhan karena merupakan petualangan yang mendebarkan dan mengasyikan. Di situ ada keperkasaan, tantangan, guncangan, rangsangan dan sudah tentu : orgasme!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya posting status ini pada facebook saya. Lihatlah berapa banyak orang tertarik dengan status ini. Bukan tanpa alasan, perselingkuhan adalah pembunuh nomer satu dalam retaknya hubungan dalam sebuah hubungan. Kemudian pertanyaan ini yang kawan-kawan selalu tanyakan. Kenapa? Kenapa selingkuh? Padahal pasangan yang sekarang lebih “cantik” daripada selingkuhannya. Nahh, untuk menjawab pertanyaan itu saya dengan sengaja membaca beberapa literatur untuk menemukan jawabannya kemudian menterjemahkannya kedalam sekumpulan kalimat yang mudah dimengerti. Sangat sulit memang, karena sesungguhnya diperlukan praktek lapangan langsung. Tapi saya tidak mau mengambil resiko, selingkuh itu memang nikmat. Benar selingkuh itu nikmat, baca aja dalam-dalam kata-kata saya diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3349943505070887137?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3349943505070887137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/08/kenapa-selingkuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3349943505070887137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3349943505070887137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/08/kenapa-selingkuh.html' title='Kenapa Selingkuh?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-8915397749392060662</id><published>2009-08-17T22:39:00.001-07:00</published><updated>2009-08-17T23:08:18.393-07:00</updated><title type='text'>Sebenarnya Kita Semua adalah "Kapitalis"</title><content type='html'>Sebagai mahasiswa indonesia yang masih bergerak dalam level grass root. Sudah barang tentu akan mengenal kapitalis, istilah untuk menyebut para kaum penganut paham kapitalisme. Pada akhirnya kapitalisme dijadikan musuh bersama oleh para aktivis negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud membela paham ini, bukan juga untuk mencemooh. Karena pada dasarnya setiap individu memiliki hak untuk menganut paham apa saja. Kalo dilihat dari segi definisi, menurut Wikipedia kapitalisme berarti suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama. Disisi lain, jika melihat dari prilaku manusia dari ilmu ekonomi akan menyebutkan bahwa manusia memiliki keinginan yang tak terbatas. Ketika manusia sudah mampu merasa “cukup” maka akan secara otomatis manusia tersebut akan ingin melampui kata “cukup” hingga akhir hayatnya. Kita semua tahu itu, disadari ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan definisi kapitalisme dan prilaku kecenderungan manusia seperti itu, bukankah setiap manusia pada dasarnya adalah kapitalis? Setiap manusia pasti ingin menjadi “lebih”. Setiap manusia pasti ingin mencapai suatu titik setinggi-tingginya. Terutama hal-hal yang berbau material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu model kapitalisme apa yang seharusnya lebih di-“perhatikan” ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-8915397749392060662?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/8915397749392060662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/08/sebenarnya-kita-semua-adalah-kapitalis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/8915397749392060662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/8915397749392060662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/08/sebenarnya-kita-semua-adalah-kapitalis.html' title='Sebenarnya Kita Semua adalah &quot;Kapitalis&quot;'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3067125022378233925</id><published>2009-07-28T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T20:38:58.641-07:00</updated><title type='text'>Alasan saya takut menjadi tua dan dewasa</title><content type='html'>Sebenarnya ketakutan ini dipicu oleh seorang aktivis mahasiswa dalam periode reformasi. Soe Hok Gie, aktivis berdarah tiong hoa memang takut untuk menjadi tua dan begitu sangat menghormati setiap orang yang mati muda. Bukan karena tua dan dewasa kulit dan tubuh akan menjadi rusak. Lebih dari itu, sesuatu yang sangat berharga dimiliki seorang aktivis akan hilang. Idealisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang seiring bertambahnya usia. Manusia pada akhirnya akan kembali begitu mementingkan diri sendiri. Apalagi setelah berkeluarga dan mempunyai anak. Pragmatisme dan tindakan apatis memang kerap kali muncul. Tidak salah memang memang. Tapi dilihat dari kacamata idealisme seorang mahasiswa sekarang melihat hal tersebut tak lebih dari tindakan pengecut dan meludah kearah muka sendiri. Sekali lagi, saya takut untuk menjadi seperti itu. Menjadi tua dan dewasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3067125022378233925?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3067125022378233925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/07/alasan-saya-takut-menjadi-tua-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3067125022378233925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3067125022378233925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/07/alasan-saya-takut-menjadi-tua-dan.html' title='Alasan saya takut menjadi tua dan dewasa'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-5503709912602906352</id><published>2009-07-05T19:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T20:02:09.522-07:00</updated><title type='text'>8 Juli dan Percakapan Urban</title><content type='html'>Siang itu sepulang kuliah, tak sengaja saya terhenti di sebuah jalan menuju perpustakaan kampus. Niatnya minum obat karena beberapa hari ini kondisi badan saya memang sedang tidak enak. Disaat yang bersamaan, sebuah sudut ruangan Prasarana Kampus terdengar perbincangan urban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prabowo saya tidak yakin memimpin dia belum pernah berada dalam sistem pemerintahan sebelumnya!”, tegas seorang pria. Beberapa temannya termangut-mangut menatap dan ikut ambil bagian dalam diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well,itu hanya salah satu dari sejuta percakapan rakyat yang  yang menginginkan perubahan. Mulai dari kalangan “kaki” hingga “kepala” menjadikan Pilpres 2009 menjadi topic yang panas! Sungguh sangat seksi! Saya sendiri bergidik membayangkan Pilpres tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan, bergidik saya selalu didasari. Secara pribadi saya memang menilai tidak ada yang PANTAS menjadi “nahkoda” kapal bangsa ini sepanjang 2009-2014. Masing-masing calon tidak punya karakter  yang Pancasilais! Serta Nasionalis, yang memegang teguh kesatuan bangsa. Kalaupun “terdengar” ada, itu tak lebih dari sekedar jargon politik yang rakyat sudah jemu menelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini beberapa penilaian pribadi saya terhadap calon Presiden kita yang terhormat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Calon 1 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Calon ini pernah memerintah Bangsa Indonesia sebelumnya, bisa dibilang pasangan ini memiliki visi dan misi politik yang sangat bagus. Mengusung ekonomi kerakyatan dan berpihak pada rakyat kecil dan petani membuat saya cukup simpatik. Namun ada satu celah yang saya ragukan, karakteristik Capres begitu mengecewakan. Rata-rata apa yang dikatakan lebih terdengar ceplas-ceplos dan tidak realistis. Meski gerbongnya saya tahu bernafaskan nasionalis? Tapi tetap saja intelektualitas pemimpin harus dominan, bukan saatnya sekarang pemimpin itu dadakan. Untuk Cawapres sendiri, iklan partai beliau begitu “menggelitik” sentiment aktivis saya. Seorang aktivis harus selalu membela rakyat dan itu adalah harga mati! Akan tetapi sejarah kelam dan peta politiknya begitu kacau. Setelah menghilang ke yordania karena kasus HAM, beliau datang kembali langsung ingin memimpin negeri. PERTANYAAN besar ada pada saya untuk Cawapres ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Calon 2 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan calon yang Incumbent, di jagokan menang didasarkan Pileg lalu membuat Capres nomer 2 menjadi terlihat arogan. Selama pemerintahannya memang terdengar sangat bagus dengan iklan yang menunjukkan statistic perkembangan bangsa ke arah positif. Namun, pola pemerintahan Capres dengan jargon “Lanjutlan!” ini lebih pro dengan kaum liberalis. Kaum yang senyatanya merupakan oposisi dari paham kita, demokrasi Pancasila. beberapa kasus kedaulatan bangsa terekam buruk dalam pemerintahan beliau. Bangsa kita kehilangan banyak pulau, dan kepala kita selalu tertunduk oleh bangsa asing. Beliau terlalu berhati-hati. Satu hal yang saya paling takutkan, kader dibawahnya akan merongrong beliau selama pemerintahannya dikemudian hari (kalau terpilih kembali). Cawapres nomer urut ini juga fenomenal. Setelah kemunculannya tanpa gerbong apapun dan isu ia menganut paham Neolib termasuk hingga isu berbau SARA menyerang keluarganya. Untuk Cawapres ini, saya belum bisa berkomentar banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Calon 3 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Capres nomer 3 ini memang belum pernah memimpin bangsa sebagai presiden. Tapi, rekam jejaknya selama kemahasiswaan begitu menakutkan. Beberapa kali pasangan ini menebar isu SARA yang sangat tidak elegan. Hal tersebut sugguh meresahkan sentiment nasionalis saya. Cawapresnya merupakan pelaku yang mirip dengan Cawapres nomer urut 1. Cawapres ini juga beberapa kali sempat terjebak dalam kasus HAM dari perjalanan sejarah bangsa ini. Pasangan ini sangat condong ke “kanan”. Bukan “tengah” apa yang kita inginkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apapun itu, semua penilaian diatas hanyalah penilaian yang sangat subjektif. Saya sendiri sangat bingung. Takut salah mengambil keputusan dalam mengarahkan bangsa ini melalui Pilpres. Jangan kan untuk memilih “siapa”. Untuk “memilih” atau “golput” pun saya masih bingung. Liat saja nanti apa yang terjadi. MERDEKA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Perpustakaan-PNB)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-5503709912602906352?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/5503709912602906352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/07/8-juli-dan-percakapan-urban.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5503709912602906352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5503709912602906352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/07/8-juli-dan-percakapan-urban.html' title='8 Juli dan Percakapan Urban'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-5748312263668779045</id><published>2009-06-30T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T22:06:07.011-07:00</updated><title type='text'>Cinta adalah Detik Ini</title><content type='html'>"Aku tidak pernah tahu arti cinta sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang kutahu bahwa cinta adalah detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik yang melintas diantar impresi keindahan dan mimpiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia jauh lebih indah bila dibanding dengan senyum, tangis maupun tawaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari bisa kuhabiskan untuk menggambarkan betapa diriku terpesona dalam detik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik dimana bidadari menari di atas pentas waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik dimana seorang gembala wanita tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat domba-dombanya melahap rumput musim semi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah detik dimana itu (yaitu detik) menjadi sayapku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan terbang di ruang waktu dalam sedetik itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau (aku) bisa takkan kubiarkan detik itu melepaskan pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap menempel dan terbang bersamaku, karena (kembali) jika aku bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kuabadikan detik itu menjadi sebuah lukisan keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sialnya adalah detik itu adalah detik yang harus terganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terganti karena kehidupan menghendakiku untuk tidak selalu tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menjadi kabut bersama detik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut yang menyelubungi segala sesuatu namun tidak pernah menyatu dengan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kabut itu adalah bagian diriku yang menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, bagiku cinta tetap saja detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik dimana aku masih hidup dan dibingungkan oleh alur waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga detik terakhir mencabut nyawaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan memberitahu sebuah rahasia kehidupan (yaitu kematianku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tak pernah kudapatkan dalam detik dimana aku hidup sebelumnya......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At least, diatas adalah puisi saya ketika sedang asiknya berkubang dalam lumpur cinta. Hikz.. Leher saya sakit, sepertinya salah tidur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(perpustakaan-pnb)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-5748312263668779045?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/5748312263668779045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/06/cinta-adalah-detik-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5748312263668779045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/5748312263668779045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/06/cinta-adalah-detik-ini.html' title='Cinta adalah Detik Ini'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3393592828631804657</id><published>2009-06-23T09:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T09:20:21.714-07:00</updated><title type='text'>Dari Manohara, Ambalat hingga Sentimen Nasionalisme</title><content type='html'>Kasus yang menimpa Manohara Odelia Pinot, mencuat ke publik setelah kisah cintanya dengan Putra Mahkota Kelantan Malaysia, Tengku Temenggong Muhammad Fakhri Petra, berjalan kurang mulus. Berdasarkan pengakuannya, Mano sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sepenggal kisah Mano tersebutpun kemudian membuat banyak pihak gregetan dan terusik sentimen nasionalismenya&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pada waktu yang hampir bersamaan, kisah lain tentang dua Negara serumpun ini kembali menyulut sentimen nasionalisme bangsa Indonesia. harga diri bangsa Indonesia  kembali seakan tidak memiliki posisi tawar. Berkali-kali kapal angkatan laut Malaysia memasuki teritori kedaulatan Indonesia tanpa ijin. Kasus itu dipicu ketika Malaysia melakukan provokasi atas wilayah perairan Indonesia di utara Kalimantan Timur itu dengan mengirim kapal-kapal perangnya melewati perairan Indonesia di Blok Ambalat. Hal ini lebih terlihat sebuah taktik yang diciptakan Malaysia menuntut kita (indonesia) untuk secepat mungkin membicarakan masalah Ambalat dengan mereka.&lt;br /&gt;    Sekedar informasi, berdasarkan catatan dari wikipedia.com, sengketa awal tentang blok Ambalat ini muncul setelah pada tahun 1967 dilakukan pertemuan teknis hukum laut antara Indonesia dan Malaysia. Kedua belah pihak akhirnya sepakat (kecuali Sipadan dan Ligitan diberlakukan sebagai keadaan status quo), sehingga pada tanggal 27 Oktober 1969 dilakukan penanda tanganan perjanjian antara Indonesia dan Malaysia yang disebut sebagai Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia- Malaysia. Kedua negara masing-masing melakukan ratifikasi pada 7 November 1969.&lt;br /&gt;Tak lama berselang, masih pada tahun 1969, Malaysia membuat peta baru yang memasukkan pulau Sipadan, Ligitan dan Batu Puteh (Pedra blanca). Hal ini tentu saja membingungkan, sehingga Indonesia maupun Singapura tidak mengakui peta baru Malaysia tersebut. Kemudian, pada tanggal 17 Maret 1970 kembali ditandatangani Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia. Akan tetapi, kembali pada tahun 1979 pihak Malaysia membuat peta baru mengenai tapal batas kontinental dan maritim dengan serta-merta menyatakan dirinya sebagai negara kepulauan dan secara sepihak membuat perbatasan maritimnya sendiri dengan memasukkan blok maritim Ambalat ke dalam wilayahnya, yaitu dengan memajukan koordinat 4° 10′ arah utara melewati pulau Sebatik. Nasib peta ini pun sama dengan terbitan Malaysia pada tahun 1969, yaitu diprotes dan tidak diakui oleh pihak Indonesia karena berkali-kali pihak Malaysia membuat sendiri peta sendiri, padahal sudah ada perjanjian Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia-Malaysia tahun 1969 dan Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia tahun 1970. Aksi-aksi sepihak dari Malaysia ini dipahami sebagai perbuatan yang secara terus menerus dari ingin melakukan ekspansi terhadap wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terangkatnya kasus Ambalat kepermukaan kemudian ikut melengkapi sentimen nasionalisme yang selama ini kerap kali terusik oleh arogansi negeri Jiran itu, contoh lain arogansi mereka adalah kasus direbutnya kebudayaan batik Indonesia lagu “Rasa Sayange” dan berbagai seni lainnya yang diklaim sebagai bagian dari karya mereka. Betapa terusiknya kita sebagai bangsa yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meski demikian, hendaknya sebagai bangsa yang beradab dan bijak kita jangan sampai terlena dan berlarut-larut dalam gendang perangkap yang ditabuhkan pihak Malaysia. Terutama para pemuda bangsa, berpikir kritis dan tetap berlandaskan dengan pembukaan alenia IV UUD 1945 (tujuan nasional Indonesia) adalah harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Kasus lepasnya Sipadan dan Ligitan juga bisa dijadikan kaca tambahan untuk introspeksi, betapa kedaulatan bangsa yang harusnya sudah merupakan representasi harga diri rakyat Indonesia begitu mudahnya dipermainkan orang. Kini, sudah saatnya bangsa kita membangun kesadaran kolektif untuk mengarahkan Indonesia menjadi sebuah negeri besar yang benar-benar merdeka, berdaulat, dan bermartabat!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3393592828631804657?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3393592828631804657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/06/dari-manohara-ambalat-hingga-sentimen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3393592828631804657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3393592828631804657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/06/dari-manohara-ambalat-hingga-sentimen.html' title='Dari Manohara, Ambalat hingga Sentimen Nasionalisme'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-4390991033139354163</id><published>2009-06-10T23:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T23:25:07.002-07:00</updated><title type='text'>Cinta, Keseimbangan antara Perasaan dan Logika</title><content type='html'>Apa sebelumnya saya pernah posting dengan tema ini? Whatever lah.. Beberapa lalu seorang kawan saya curhat di dalam facebook begini isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"akhirnya aku mengetahui setelah sekian lama kita udahan 6 bulan lalu,klo dia dah banyak nipu gw,,ehhhmmmm tuhan barti sayang gw gak ngijinin gw lama2 sama lo,,,,ternyata banyak kk,an sayangna diaa,paraahnya gw mendengar salah satu pengakuan kk,an dari tmn gw sendiri sekarang2 iniiii......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, memang hal ini sering terjadi dalam kehidupan ber-remaja. Setiap kawan yang menceritakan hal yang substansinya kurang lebih sama, saya selalu memberi sebuah pencerahan (kalau memang ini istilah kerennya, hehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu memang rumit, kita gak pernah tahu apa yang bakal terjadi nanti. Ada sekat tipis antara asli dan palsu, kejujuran dan kebohongan tapi memang disitu nikmatnya bercinta. Intinya? Dalam perahu cinta agar tidak karam tenggelam, kedua penyeimbang perahu harus sama berat. Sama berat dalam situasi dan kondisinya. Penyeimbang itu adalah PERASAAN dan LOGIKA. Bingung? Puyeng? Mari kita bahas lebih detail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;PERASAAN&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Perasaan adalah fase tanpa batas. Satu meter langkah kita bisa saja berarti keliling dunia sebanyak tujuh kali. Singkatnya pada fase ini lebih mudah ditemukan pada orang yang sedang jatuh cinta, merasakan bahagia atas cinta itu. Jika orang lain mendengar, fase ini akan sedikit lebay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;LOGIKA :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, fase ini seringkali disebut sebagai fase anti-emosi. Menggunakan akal sehat dan logika adalah bagian terbesar dari proses ini. Sangat kontradiktif terhadap prilaku PERASAAN yang cenderung emosional. Contoh pada fase ini adalah pada end-point sebuah hubungan, biasanya end-point berupa perpisahan. Ketika "logika" seakan mengatakan untuk berpisah dan tak mungkin bersatu (karena berbagai alasan). Pola pikir ini penting untuk dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal diatas tadi pada dasarnya bertolak belakang, tetapi saling memerlukan seperti dualisme kehidupan: baik-buruk, kiri-kanan, atas-bawah dan lain-lainnya. Satu hal yang harus digaris bawahi, bahwa sekat keduanya sangat tipis. Meski ada sekat itu seperti membran tipis yang tak semua orang bisa melihat. Sialnya adalah seringkali LOGIKA dan PERASAAN bertukar tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, well. Disitu nikmatnya bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kampus PNB)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-4390991033139354163?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/4390991033139354163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/06/cinta-keseimbangan-antara-perasaan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/4390991033139354163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/4390991033139354163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/06/cinta-keseimbangan-antara-perasaan-dan.html' title='Cinta, Keseimbangan antara Perasaan dan Logika'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-561190094864934740</id><published>2009-04-06T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T21:14:52.227-07:00</updated><title type='text'>Poin Penting 9 April</title><content type='html'>Saya lebih menyukai offline-blogging. Ketika saya memiliki ide, tidak perlu susah-susah mencari wifi zone untuk login ke dalam blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa tahun 2009 saya rasa merupakan tahun yang begitu berarti buat bangsa saya. Apa karena terdapat pemilu 2009? Entahlah. Secara kasat mata, saya merasakan ada semacam gerakan bawah tanah yang sedang bergeliat dalam “pesta” demokrasi ini. Gerakan yang lebih berbahaya dari korupsi. Lebih berbahaya dari sekedar memakan uang rakyat. Yaitu gerakan membelokkan arah ideologi bangsa. Ini bukan sekedar permasalah yang sederhana, ideologi sebagai salah satu pondasi berbangsa yang sangat fundamental terancam dibelookan dengan cara begitu halus dan tidak terlihat. Terancam berganti pada Negara pluralis seperti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tayangan media, kelembagaan baik swasta maupun negeri seolah secara eksplisit menyiarkan bahwa bangsa ini tidak membutuhkan Pancasila lagi sebagai falsafah hidup, tetapi lebih membutuhkan pola kehidupan yang lebih ke-“kanan”, agamis dan yang lebih ekstrim saya katakan lebih bersyariat Islam. Saya mencoba tidak menulis dengan perasaan yang subyektif karena saya adalah non-muslim. Akan tetapi, isu inilah yang begitu keras berdengung dikalangan kawan-kawan pergerakan. Terutama para kaum nasionalis seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan titik tembak pengalihan ideologi ini, kongkritnya dimulai pada 9 april 2009. Saat pemilihan umum legislatif. Kenapa? Karena disinilah instrument pengubah itu mulai ditanamkan. Selain pemanfaatan sistem multipartai dijadikan alat pengaburan ideologi dasar sebuah partai yang seolah-olah menjadi “sok nasionalis”, jadwal hajatan demokrasi rakyat ini pun sebenarnya terkesan sebuah konspirasi semata. Seperti yang kita ketahui, 9 april masyarakat non-muslim yang cukup “berbahaya” seperti Hindu sedang hiruk pikuknya melaksanakan upacara keagamaan Panca Wali Krama, upacara yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali dan itu belum termasuk beberapa acara tambahan yang semakin menambah kesibukan masyarkat hindu, khususnya di bali. Kristen, merayakan hari kematian nabi mereka. Dan budha? Golongan ini emang cenderung tidak terlalu vokal, mereka tidak akan kesulitan terhadap golongan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua akan mengalihkan perhatian masyarakat non-muslim dalam persaingan kursi legislatif. Terlebih-lebih apatisme rakyat akan menambah goyah terhadap kesadaran kita dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena atas dasar penjadwalan yang tepat, pihak yang benar-benar berkomitmen untuk menjadi pemilih hanyalah pihak “kanan” dan sisanya lebih memilih golput dan tenggelam bersama kegiatan internal semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Indonesia tetap bersatu, Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mcD, bukit jimbaran-Bali)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-561190094864934740?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/561190094864934740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/point-penting-9-april.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/561190094864934740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/561190094864934740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/point-penting-9-april.html' title='Poin Penting 9 April'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-6520492444609368942</id><published>2009-04-06T17:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T17:13:25.785-07:00</updated><title type='text'>Tulisan yang Emosional</title><content type='html'>Saya tipe laki-laki yang sebenarnya mudah mendekati perempuan. Darah seorang player mengalir berasal dari bapak. Dan secara historis, seluruh saudara saya sempat mengalami masa-masa seorang player dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini banyak perempuan saya buat tak berdaya tapi meski tidak berakhir di dalam fase pacaran, harus diakui terkadang itu membuat saya berpikir, apa yang sebenarnya yang saya cari? Seperti apa sesungguhnya perempuan yang “deal” menjadi kekasih? Sang tambatan hati? Kenapa? Kenapa menjadi seperti ini? Beribu pertanyaan seolah beranak-pinak dalam kepala di kala waktu senggang, sewaktu suasana bengong tiba. Namun jawabannya tetap saja ibarat sebuah rahasia bajak laut, sulit untuk ditemukan meski kau tahu dimana tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terenyuh ketika mendapat sebuah situs pencinta wanita di sebuah web. Beberapa artikel dan forum Tanya-jawab membuat saya tertarik. Beberapa solusi bagi lelaki yang merasakan kasus seperti saya adalah mencari yang berikutnya dan melupakan, atau setidaknya memudarkan emosi yang mengekang. Halangan yang mungkin sja membatasi setiap pergerakan pencarian kekasih meski sebenarnya saya potensial.  Sayangnya teori tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan dalam memprakteknnya, tapi tidak sesulit menguras air di lautan. Solusi yang sebenarnya sudah menjadi satu dengan pertanyaan dan masalah. Seperti mata yang tidak pernah melihat telinganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus mencari tahu bagaimana caranya.&lt;br /&gt;Tulisan yang begitu emosional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-6520492444609368942?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/6520492444609368942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/tulisan-yang-emosional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/6520492444609368942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/6520492444609368942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/tulisan-yang-emosional.html' title='Tulisan yang Emosional'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-683648903806293555</id><published>2009-04-06T17:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T17:10:08.986-07:00</updated><title type='text'>Apakah Multipartai itu Demokratis?</title><content type='html'>Saya akui, saya tertarik dengan gaya pemerintahan Amerika, hanya terdapat dua kekuatan besar. Ketika satu kekuatan menang, kekuatan satunya bersifat yudikatif. Menjadi oposisi dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda pada bangsa saya. Indonesia. Memang kita bukanlah liberalis seperti Amerika, kita adalah penganut paham demokrasi pancasila. Namun sayangnya adalah, kata “demokrasi” telah dijadikan argumentasi untuk membentuk partai sebanyak-banyaknya. Saya bukan rakyat yang anti multipartai. Tapi saya anti terhadap non-demokrasi. Lalu apakah sistem multipartai merupakan represantatif dari kata “demokrasi”?  Jikalau dilihat melalui segi kuantitas, tentu saya sepakat. Tetapi bila dilihat dari kualitas? Saya ragu untuk mengiyakan. Kondisi secara umum partai yang masih belum demokratis secara internal menambah keraguan saya itu. Karena pertanyaannya sekarang adalah, apakah setiap kader di dalam partai memiliki landasan ideologi yang sama? Kalaupun ada yang sama, mungkin hanya aspek kepentingan individu dan kelompok semata. Bukan kepentingan berbangsa. Kalau saya ibaratkan, partai sama dengan angkot. Siapa saja boleh masuk asal satu arah, sebuah kepentingan pragmantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bingung sendiri. Bagaimana partai yang semacam itu bisa men-demokratisasi bangsa ini kalau internalnya saja belumlah demokratis? Anda tahu sendiri apa jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mcD, bukit jimbaran-Bali)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-683648903806293555?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/683648903806293555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/apakah-multipartai-itu-demokratis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/683648903806293555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/683648903806293555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/apakah-multipartai-itu-demokratis.html' title='Apakah Multipartai itu Demokratis?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-8759174872890697819</id><published>2009-04-01T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T21:41:15.244-07:00</updated><title type='text'>Apakah Kapitalis Sistem yang Buruk?</title><content type='html'>“Kapitalis anak dari kolonialisme dan akan selalu melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa”, itu kata saya dalam sebuah percakapan yang cukup serius di warung nasi Umi. “Kenapa seolah-olah kapitalis menjadi sebuah sistem yang buruk dan merusak? Bukankah pada dasarnya sebuah siste dibangun untuk sebuah kepentingan yang lebih baik?”, sanggah seorang kawan mementahkan pendapat saya sebelumnya.&lt;br /&gt;Sedikit bingung saya dibuatnya, kelemahan saya adalah terkadang tidak bisa mempertahankan argument dengan cepat. “Contohnya adalah pedagang tradisional. Bukankah mereka dilemahkan oleh kapitalis? Karena pengejawantahan kapitalis adalah modal”. Kawan saya tidak mengerti karena saya tahu dia lebih ke arah generalis bukan seperti saya yang masih angin-anginan. Antara generalis dan spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam yang larut itu kita teruskan dengan berdiskusi kiri kanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-8759174872890697819?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/8759174872890697819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/apakah-kapitalis-sistem-yang-buruk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/8759174872890697819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/8759174872890697819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/04/apakah-kapitalis-sistem-yang-buruk.html' title='Apakah Kapitalis Sistem yang Buruk?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-7619059659036817682</id><published>2009-03-31T18:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T18:23:54.280-07:00</updated><title type='text'>Antara Spesialis dan Generalis?</title><content type='html'>Saya memulai perdebatan alot dengan dua orang kawan di sebuah warung nasi pukul satu pagi. Berhubung takut lupa akan perdebatan tersbut, sebelum erlelap di dalam kos saya memilih mengetikkannya ke dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan tersebut dimulai dengan diskusi ringan terhadap sebuah proses keagamaan di bali, setelah lama mengkerucut, saya mulai tertarik dengan topik yang sebenarnya seringkali kita perdebatkan. Ini salah satu contoh substansi perdebatan tersebut : “Mengapa seolah-olah pemerintah selalu salah? Dan Rakyat selalu benar sehingga kita selalu membela rakyat?” seorang kawan selalu menanyakan hal ini. Jawaban yang saya dapat berikan adalah, “karena itulah peran kita sebagai mahasiswa, oposisi dari pemerintah. Pencari-cari kesalahan pemerintah kemudian menyalahkannya”. Saya akui, timbul ketidakpuasan akan jawaban saya dalam dirinya. Jalan tengahnya, kita membuat satu kesimpulan besar. Bahwa kita harus berdiri di segala prespektif. Setelah kesimpulan ini, justru saya yang menjadi kurang puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju kos saya kembali berpendapat (meski telah ditarik kesimpulan). “Kita dalam sebuah sistem (pemerintahan) tidak bisa menjadi dua sisi yang bersifat abu-abu. Kita harus memilih Kiri atau kanan, atas atau bawah dan seterusya. Intinya, kita harus jelas berada diposisi mana, seperti ajaran Rwi Bhineda (dualitas) dalam agama Hindu”. Kawan saya terdiam, saya yakin dirinya juga tidak puas setelah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya pikir perdebatan ini tidak akan ada habisnya. Karena akan menimbulkan kebingungan yang sangat dalam diri. Tapi saya kembali berpikir, seperti ajaran dualisme yang sebelumnya. Bahwa harus ada yang pro dan harus ada yang kontra. Dalam perdebatan ini. Saya dan kawan saya berada diposisi yang berseberangan. Menarik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-7619059659036817682?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/7619059659036817682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/antara-spesialis-dan-generalis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/7619059659036817682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/7619059659036817682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/antara-spesialis-dan-generalis.html' title='Antara Spesialis dan Generalis?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-7050179209606780197</id><published>2009-03-31T07:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T07:56:04.782-07:00</updated><title type='text'>Selamat Nyepi dan Pemilu Legislatif</title><content type='html'>Nyepi tahun saka 1931 membawa begitu banyak pemikiran bagi saya. Terlalu banyak hingga tidak tahu bagian mana yang harus saya tulis. Terenyuh ketika saya mengarahkan pandangan saya pada sebuah bendera partai yang tertancap dekat dari rumah. Warnanya kusam, robek dan tidak terurus. Kalau saja pernah menonton film kolosal china. Mungkin seperti itu penggambarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan sebuah buku revolusi yang saya baca beberapa jam sebelumnya, demokrasi di bangsa ini (Indonesia) tak ubahnya ibarat mahabarata. Perang sesama keluarga memperebutkan kekuasaan semata. Tanpa bisa mendapatkan win-win solution, kemenangan untuk kita semua. Betapa tidak, asumsikan saja dari seratus calon legislatif, hanya ada sekitar delapan yang akan lolos. Sisanya? Mungkin menjadi gila atau ber-oposisi. Menjadi oposisi tapi hanya untuk menjatuhkan, bukan untuk membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi pada dasarnya hanya memiliki dua output. Bila diaktualisasikan pada kehidupan berbangsa, demokrasi akan menghasilkan character of nation “demokrasi seutuhnya” pada bangsa Indonesia atau situasi stagnan chaostik, itu adalah istilah yang saya berikan. Kemudian pada bangsa ini? Saya harap bukan output terakhir yang terjadi&lt;br /&gt;Kembali soal bendera partai yang rusak itu, saya tertawa dalam hati. Berimajinasi pemilu seolah sebuah perang saudara yang besar di sebuah kerajaan. Ketika salah satu dari mereka yang menang. Semua bahkan tidak sadar, sudah kemana bangsa ini melangkah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-7050179209606780197?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/7050179209606780197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/selamat-nyepi-dan-pemilu-legislatif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/7050179209606780197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/7050179209606780197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/selamat-nyepi-dan-pemilu-legislatif.html' title='Selamat Nyepi dan Pemilu Legislatif'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-4532216530799650779</id><published>2009-03-23T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T19:30:24.838-07:00</updated><title type='text'>Sumpah Mahasiswa! Golongan Muda berbicara Arah</title><content type='html'>SUMPAH MAHASISWA INDONESIA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!&lt;br /&gt;BERTANAH AIR SATU,&lt;br /&gt;TANAH AIR TANPA PENINDASAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!&lt;br /&gt;BERBANGSA SATU,&lt;br /&gt;BANGSA YANG TAKLUK AKAN KEADILAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!&lt;br /&gt;BERBAHASA SATU,&lt;br /&gt;BAHASA TANPA KEBOHONGAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP RAKYAT!&lt;br /&gt;HIDUP RAKYAT!&lt;br /&gt;HIDUP RAKYAT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah, ketika saya mendengar pekikan sumpah mahasiswa indonesia yang terekam dalam film dokumenter. Sebagai mahasiswa indonesia saya merinding,  seperti mendengarkan lagu kebangsaan. Jiwa nasionalisme kembali bangkit. Euforia pergerakan mahasiswa seakan mendampingi dan berada di sebelah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kembali saya diingatkan, bahwa setiap jaman memiliki produk yang berbeda pula. Meski tingkat permasalah bangsa yang kian kompleks. Saya justru merasa mahasiswa mengalami demoralisasi, depolitik. Apatisme terhadap bangsa kekinian kian kusam. Seakan mengisyaratkan bahwa bangsa ini hanya milik golongan tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sesungguhnya ada satu slogan indah, yang saya sempat baca di salah satu baju kawan saya di tanggrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan tua berbicara sejarah,&lt;br /&gt;golongan muda brbicara arah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana golongan muda akan mengarahkan bangsa ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-4532216530799650779?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/4532216530799650779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/sumpah-mahasiswa-golongan-muda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/4532216530799650779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/4532216530799650779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/sumpah-mahasiswa-golongan-muda.html' title='Sumpah Mahasiswa! Golongan Muda berbicara Arah'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6425674688278546511.post-3499552786224779922</id><published>2009-03-22T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T22:25:48.676-07:00</updated><title type='text'>UUD 1945? Masih Relevan?</title><content type='html'>Hari ini GMNI ulang tahun. Konsep UUD 1945 yang sempet saya diskusikan menjadi teman menjadi wacana besar yang hari ini teman saya post kan dalam statusnya di facebook. Saya cukup sepakat UUD 1945 yang berlaku di bangsa ini bersifat tumpang tindih dan secara tidak langsung beresiko terhadap integrasi bangsa. Pertanyaanya adalah, akankah dekrit presiden 5 Juli tempo lalu berlaku? Relevan manakah UUD 1945 yang telah di amandemen UUD 1945 murni? The big question must we ask to answered!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6425674688278546511-3499552786224779922?l=lukisankeabadian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/feeds/3499552786224779922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/uud-1945-masih-relevan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3499552786224779922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6425674688278546511/posts/default/3499552786224779922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lukisankeabadian.blogspot.com/2009/03/uud-1945-masih-relevan.html' title='UUD 1945? Masih Relevan?'/><author><name>lukisankeabadian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01742248407546268942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
